Photo by
  1. Terapkan acara makan bersama keluarga setiap harinya
    Dengan melihat orang tua dan anggota keluarga lainnya makan bersama, anak juga akan tertarik untuk menyantap makanannya. Jika anak tetap menolak untuk makan, minta anak untuk tetap duduk di ruang makan sampai jam makan selesai.

     

  2. Sajikan makanan dalam porsi sedang atau porsi kecil tapi lebih sering
    Ada beberapa anak yang menjadi semakin tidak bernafsu untuk makan bila disajikan makanan dalam porsi yang besar (agak banyak). Untuk anak seperti ini, mereka biasanya akan merasa kenyang duluan, sebelum menyantap makanannya bila melihat porsi yang besar. Untuk itulah, orang tua perlu memberikan makanan ke anak dalam porsi yang sedang. Jika anak sanggup menghabiskan makanannya berikan pujian kepada anak, dan secara bertahap berikan makanan lagi kalau memang anak masih merasa lapar.

     

  3. Saat jam makan berikan anak air putih sebagai minumannya
    Sebaiknya, saat makan berikan air putih ke anak sebagai minumannya. Setelah ia menghabiskan makananya maka Anda bisa memberikan susu kepadanya. Bila Anda memberikan susu sebelum jam makan, maka dikhawatirkan anak akan cepat merasa kenyang dan tidak mau lagi menghabiskan makanannya.

     

  4. Jangan terlalu banyak memberikan camilan
    Supaya si kecil mau memakan makanannya saat jam makan, sebaiknya orang tua tidak terlalu sering atau terlalu banyak memberikan camilan atau kudapan ringan di antara jam makan anak.

     

  5. Ciptakan suasana yang menyenangkan setiap kali anak makan
    Misalnya suasana yang santai dan tidak dalam keadaan terburu-buru (terutama apabila anak masih dalam tahap belajar makan sendiri). Pemberian makanan yang terburu-buru dapat membuat anak tersedak.

     

    Anda bisa melakukan percakapan mengenai apa yang anak makan. Misalnya anak sedang makan sup sayuran, tanyakan macam warna dan bentuk yang ada dalam sup di mangkoknya. Jika sup anak berisi wortel, sosis, potongan ayam, pasta, jagung, kacang polong dan kentang tanyakan juga ada berapa jenis sayuran yang ada dalam sup yang dimakannya. Beritahu anak kandungan gizi makanan yang disantapnya dan manfaat yang anak dapat dengan memakan makannya, misalnya anak akan cepat tinggi, cepat besar dan lebih kuat.

    Sebaliknya, orang tua jangan menciptakan suasana yang “horor” saat anak makan. Memang ada kalanya orang tua menjadi terpancing emosi dan memarahi anak yang tidak mau makan. Kontrol emosi Anda karena kondisi yang seperti itu justru membuat anak menjadi semakin tidak menyukai waktu makan. Pada akhirnya, anak akan semakin malas untuk makan.

  6. Sajikan menu makanan bervariasi setiap harinya supaya anak tidak bosan
    Menu makan yang bervariasi juga sangat baik untuk membantu kecukupan gizi anak. Tubuh membutuhkan berbagai macam vitamin dan mineral setiap harinya. Karena tidak ada satupun makanan yang memiliki semua kandungan nutrisi secara lengkap, maka kita harus menerapkan menu makan yang sehat dan seimbang. Oleh karenanya, sebaiknya Anda menyajikan menu yang telah diatur sedemikian rupa sehingga anak mendapatkan semua kandungan gizi yang dibutuhkannya.

     

  7. Sajikan makanan dengan tampilan yang menarik
    Tampilan makanan yang menarik tentunya akan membuat anak lebih semangat untuk memakannya. Agar selera makannya bertambah, sajikan makanan dalam potongan bentuk-bentuk lucu dan paduan warna kontras yang menarik untuk anak.

     

    Contohnya makanan disajikan dalam bentuk sate bola-bola daging cincang, sate buah, bola-bola kentang goreng, mini pancake, ikan dan ayam goreng berbalur tepung roti goreng yang memiliki bentuk-bentuk menarik.

    Sajikan pula makanan dengan sendok, piring, mangkok dan garpu plastik bergambar tokoh kartun kesukaan atau gambar-gambar yang lucu dan menarik lainnya. Hal tersebut dapat membuat anak jadi lebih semangat untuk makan. Saat makanan masih penuh si kecil tidak dapat melihat gambar tokoh kesukaannya di dasar piringnya. Setelah makanan sudah mulai hampir habis anak Anda akan mulai dapat melihat sebagian gambar tersebut. Terus berikan motivasi kepadanya supaya akhirnya anak bisa melihat keseluruhan gambar setelah makanan di piringnya habis.

  8. Akali pemberian jenis makanan yang tidak disukai anak
    Anda bisa menyelipkan atau menyembunyikan jenis sayuran atau buah yang anak Anda tidak suka pada makanan kesukaannya. Misalnya saja anak tidak suka pisang dan wortel, tapi suka cake dan muffin, maka Anda bisa membuat cake pisang atau muffin wortel untuknya.

Hubungi Kami

  0282 - 534020
  SMS / WA 0821-3707-9872
  BBM PIN DD7DE0E0
  [email protected]